Gedung Isola

Kota Bandung menyimpan berbagai kekayaan bersejarah bagi bangsa Indonesia yang sangat potensial untuk dijadikan daya tarik wisata budaya (culture heritage). Kekayaan tersebut salah satunya berbentuk bangunan bersejarah peninggalan bangsa kolonial. Salah satu bangunan bersejarah yang membentuk citra Kota Bandung adalah Villa Isola yang didirikan pada tahun 1933. Villa Isola berdiri di Lembang Weg (Jl. Setiabudi) dengan halaman depan menghadap dataran tinggi Lembang dan Gunung angkuban Perahu, sementara halaman belakang menghadap ke kota Bandung. Dari puncak Villa Isola dapat dinikmati indahnya kota Bandung di malam hari. Bangunan mewah tersebut dirancang oleh arsitektur  CP Wolff Schoemaker, seorang arsitek yang terkenal saat itu dan hasil karyanya sudah bertebaran di Kota Bandung. Awalnya Villa Isola bernama Villa Berretty yang diambil dari nama pemiliknya yaitu DW. Berrety, seorang miliuner berkebangsaan Italia yang menetap di Indonesia.

Villa Barretty didirikan hanya dalam waktu 9 bulan, bangunan yang memiliki halaman seluas 7,5 hektare ini dilengkapi dengan aneka bunga yang berwarna-warni. Tujuan Berretty mendirikan Villa tersebut adalah untuk menyepi dari sisa hidupnya maka dari itu Berretty mendirikan sebuah rumah yang berdiri sendiri tanpa berdekatan dengan bangunan lain. Selain itu, dapat juga dilihat dari nama Villa Isola yang diambil dari kata Isolated yang berarti terpisah dari yang lain. Di bagian depan Villa, saat membuka pintu terlihat tulisan "M'ISOLO E VIVO" di dinding bagian atas yang tepat sejajar dengan pintu masuk. Tulisan berbahasa Italia itu berarti 'saya mengasingkan diri dan bertahan hidup' merupakan jalan hidup yang dipilih Berretty untuk sisa hidupnya. Berretty tidak dapat menikmati indahnya Villa yang dibangunnya dalam waktu yang lama, karena tidak lama setelah Villa tersebut selesai dibangun Barretty meninggal dunia. Sepeninggal Barretty, bangunan ini menjadi terbengkalai. Perubahan zaman ternyata sangat berpengaruh terhadap gedung ini. Villa Berretty beberapa kali berpindah tangan dan diubah fungsinya. Villa Berretty pernah dirubah menjadi museum militer pada masa penjajahan Jepang. Tidak tanggung-tanggung, sebuah bangkai pesawat Amerika (yang sebenarnya milik Belanda) dipajang dalam gedung yang berlantai marmer tersebut.

Load image...