October 11, 2016 Oleh Maisa Fitriani

Kegiatan Pameran Museum Festival Paguyuban Pasundan Sinden Titim Fatimah 17 - 20 Juli 2016 Gedung Wisma Karya, Subang.

Ditulis Oleh  : Ika Sulistiani S.Ant & Deviani Ramdhania S.Pd


Pameran Festival Paguyuban Pasundan Sinden Titim Fatimah digelar di gedung Wisma Karya Kota Subang, Jawa Barat. Festival tersebut menyelenggarakan kegiatan pentas seni, pameran museum, kerajinan tangan dan kuliner. Festival pameran museum diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-103 Paguyuban Pasundan. Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Subang menyelenggarakan festival sinden Titim Fatimah tingkat Nasional yang dilaksanakan sejak 17 - 20 Juli 2016 lalu. Pameran museum diikuti oleh 5 museum dari beberapa daerah, diantaranya: Museum UPTD Kabupaten Subang, Museum Konferensi Asia Afrika Bandung, Museum Sri Baduga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Museum Sejarah Purbakala Pleret Yogjakarta serta Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Museum Pendidikan Nasional UPI Bandung memamerkan benda-benda koleksi mengenai sejarah pendidikan dan tokoh pendidikan Indonesia seperti Rd. Dewi Sartika, Fuad Hassan, Roeslan Abdul Gani dan foto sekolah yang digunakan pada jaman kolonial Belanda, adapula foto bangunan PETA jaman pendidikan Jepang, hingga artefak alat tulis tradisional yaitu sabak dan grip yang terbuat dari batu. Tidak hanya itu, pengunjung bisa mencoba pengalaman menulis diatas sabak menggunakan grip sebagai alat tulis pada masa kependudukan Jepang dan masa kolonial Belanda serta dapat menambah pengetahuan mengenai sejarah media alat tulis pada zaman dahulu. Selain itu pula, pengunjung dapat menambah wisata edukasi mereka dengan berbagai macam informasi yang bisa diperoleh melalui video profil Museum Pendidikan Nasional UPI Bandung, pengunjung juga dapat membawa pulang merchandise menarik yaitu gelang “MUPENAS” (Museum Pendidikan Nasional) UPI.


Media Pengenalan Sejarah Pendidikan dan Media Promosi Museum

Sumber : Dokumentasi Pribadi, Gedung Wisma Karya (Juli, 2016)

            Gelang sebagai salah satu media pendukung untuk mempromosikan Museum Pendidikan Nasional UPI Bandung kepada masyarakat setempat. Gelang tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan gelang yang dipakai oleh orang yang pernah mengunjungi stand pameran minat kepada para pengunjung. Disamping itu, berfungsi sebagai media informasi melalui Museum Pendidikan Nasional secara langsung. Oleh sebab itu, selama pameran berlangsung gelang menjadi daya tarik bagi pengunjung, khususnya bagi pengunjung siswa-siswi sekolah yang datang.

Selama 4 hari pameran dilaksanakan, jumlah pengunjung yang datang ke stand pameran Museum Pendidikan Nasional UPI berkisar lebih dari 400 pengunjung. Pengunjung stand pameran berasal dari pengunjung umum, pelajar siswa-siswi SD, SMP hingga SMA yang berasal dari beberapa daerah di Kabupaten Subang, serta para alumnus hingga peneliti. Salah satu tujuan mengundang murid sekolah yaitu untuk mengenalkan pengetahuan sejarah, salah satunya mengenai sejarah pendidikan.


Pengunjung Murid Sekolah SD dan SMP di Kabupaten Subang

Sumber : Dokumentasi Pribadi, Gedung Wisma Karya (Juli, 2016)

            Salah satu cara untuk mengundang pengunjung agar datang ke stand Museum Pendidikan Nasional UPI yaitu dengan memberikan informasi secara menarik, singkat dan jelas mengenai sejarah pendidikan dan tokoh pendidikan di Indonesia. Selain itu, menawarkan merchandise setelah mengunjungi stand Museum Pendidikan Nasional. Serta memberikan pelayanan kepada pengunjung dengan sebaik-baiknya yaitu dengan cara get and share, agar memperoleh informasi dan pengetahuan yang bersahabat dan memuaskan, baik bagi pengunjung khususnya maupun petugas yang sedang bertugas di stand pameran.

            Setelah pengunjung melihat-lihat keseluruhan foto dan dokumentasi yang terdapat di stand Museum Pendidikan Nasional UPI, pengunjung juga akan diberikan informasi mengenai latar belakang sejarah mengenai tokoh-tokoh pendidikan dan foto sekolah pada zaman kolonial yang dipamerkan serta artefak alat tulis tradisional. Adapula beberapa games yang dibuat, selain untuk menarik pengunjung juga untuk melatih konsentrasi serta daya ingat yang berkaitan dengan koleksi sebagai pencapaian edutainment, dimana pengunjung bisa mendapatkan education (pendidikan) sekaligus entertainment (hiburan).

Museum Pendidikan Nasional UPI berusaha menyampaikan pengetahuan sejarah pendidikan dan nilai serta konten yang belum diketahui oleh masyarakat awam bahkan kepada murid-murid sekolah hingga peneliti. Oleh sebab itu, pameran museum harus mampu menyampaikan maksud dari tujuan berkaitan dengan benda yang dipamerkan kepada pengunjung.



---




Load image...