July 29, 2020 Oleh Maisa Fitriani

Peralatan Berburu dan Meramu Manusia PraAksara

Sahabat Museum, Masih ingat tidak? Dulu pernah dibahas mengenai bagaimana bagaimana manusia pada masa pra aksara belajar. Mereka diajarkan bagaimana caranya bertahan hidup melalui keterampilan untuk meramu, berburu, mengumpulkan makanan dan bercocok tanam. Kemudian, bagaimana dengan peralatan yang mereka gunakan untuk keperluan berburu dan meramu? Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang mereka miliki khususnya dimasa perundagian mereka mulai menguasai keterampilan dalam pembuatan beberapa benda logam, misalnya seperti gerabah perunggu, kapak perunggu, bejana, nekara, moko, dan lain sebagainya. Nah sekarang, kita bahas beberapa yuk peralatan yang mereka gunakan dalam berburu dan meramu.

1. Kapak Genggam


Kapak genggam pada zaman praaksara dibuat dari gamping kersikan dan atau jenis batuan lainnya. Batu itu dibuat sedemikian rupa hingga memiliki bentuk yang meruncing lonjong. Kemudian pemangkasan dan penajaman dilakukan secara memanjang ke arah ujung runcingan, meliputi hampir keseluruh bagian permukaan batunya dan hanya meninggalkan sebagian kulit batu pada bagian sisi permukaan untuk memudahkan saat menggenggam ketika hendak digunakan.

2. Kapak Perimbas


Kapak ini terbuat dari batu, tidak memiliki tangkai, digunakan dengan cara menggengam. Dipakai untuk menguliti binatang, memotong kayu, dan memecahkan tulang binatang buruan. Kapak perimbas banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia, termasuk dalam Kebudayaan Pacitan. Kapak perimbas dan kapak genggam dibuat dan digunakan oleh jenis manusia purba Pithecantropus.

3. Kapak Lonjong


Kapak ini disebut kapak lonjong karena penampangnya berbentuk lonjong. Ukurannya ada yang besar ada yang kecil. Alat ini digunakan sebagai cangkul untuk menggarap tanah dan memotong kayu atau pohon. Jenis kapak lonjong ditemukan di Maluku, Papua, dan Sulawesi Utara.

4. Alat Serpih


Alat-alat serpih terbuat dari pecahan-pecahan batu kecil, digunakan sebagai alat penusuk, pemotong daging, dan pisau. Alat-alat serpih banyak ditemukan di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, masih termasuk Kebudayaan Ngandong.

Itulah beberapa peralatan yang biasa mereka gunakan untuk keperluan berburu dan meramu. Peralatan tersebut memang masih tampak sederhana. Meskipun sederhana alat-alat tersebut sangat efektif untuk digunakan apalagi ditunjang dengan kemampuan berburu dan meramu manusia pra aksara yang baik. Apabila ada informasi yang dirasa masih kurang dan kalian tertarik untuk mempelajari lebih lanjut jangan ragu-ragu hubungi kami atau datang langsung apabila pandemi telah mereda.





Load image...