Seni Pertunjukan Wayang Sebagai Media Pendidikan

Sejarah Pendidikan Berbasis Agama

Sahabat Museum, pada koleksi dan ruang diorama sejarah pendidikan berbasis agama di Museun Pendidikan Nasional UPI, terdapat diorama pembabakan sejarah pendidikan pada masa masuknya agama ke Nusantara yakni agama hindu dan Bubdha, islam, nasrani. Diamana dalam proses penyebaranya tidak dapat di pisahakan dengan pendidikan nonformal melalui media pertunjukan seni, salah satunya yakni Pertunjukan Wayang.

Wayang merupakan sebuah intuisi yang kelangsungan kehidupannya tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Hubungan antara wayang dan manusia adalah simbiosis mutualistik, saling memperkaya resiprokal seni.  Dengan mendengarkan atau menonton wayang, masyarakat akan mendapat hiburan untuk melepaskan kepenatan akibat kejenuhan menghadapi kehidupan keseharian. Selain itu, masyarakat juga dapat memetik nilai-nilai tertentu yang beranfaat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup keseharian mereka yang bersifat spiritual

            Dalam pegelaran wayang, penonton dapat memetik beragam nilai selain nilai hiburan, misalnya nilai yang bersifat filosofis-transendental. Nilai tersebut tidak hanya terkandung dalam cerita atau lakon yang digelar, tetapi juga melalui elemen-elemen lain seperti property, karawitan, syair dsb. Wayang dapat memfasilitasi masyarakat denga menawarkan dan menginformasikan beragam nilai alternative baik-buruk, dan pantas tidaknya. Wayang akan mendorong masyarakat menuju tatanan yang lebih baik melalui pesan-pesan yang disampaikan. Penonton akan memperoleh inspirasi terkait dengan semangat hidup, optimisme, pencerahan dan kebahagiaan.

            Pertunjukan Wayang dapat terlihat bahwa sebenarnya wayang merupakan media pembelajaran tradisional yang telah berkembang luas dimasyarakat. Sejak awal keberadaannya, wayang bertujuan sebagai agen penyaluran pengetahuan kepada masyarakat luas dan sebagai media hiburan. Sebagai media pembelajaran masyarakat luas, wayang juga sangat penting perannya bagi dunia pendidikan, mengingat pendidikan dan kebudayaan yang saling berkaitan erat. Dalam perannya sebagai media pembelajaran, wayang diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai kebudayaan kepada masyarakat .

            Sekarang ini, wayang mulai menurun sejalan dengan perkembangan teknologi. Hal ini terlihat jelas dari langkanya pagelaran wayang dimasyarakat karena semakin berkurangnya rasa sosialisme masyarakat akibat maraknya teknologi-teknologi modern yang bermunculan dan mengakibatkan munculnya sikap individualism pada masyarakat modern. Jika hal ini terus dibiarkan, bagaimana kita akan mempertahankan nilai-nilai kebudayaan bangsa kita yang merupakan bagian penting dalam pendidikan. Bukankah wayang sebagai salah satu media pembelajaran tradisional sama pentingnya dengan media pembelajaran tinggi, lalu mengapa media pembelajaran tradisional seakan tersingkir di ranah pendidikan dan tergeser kedudukannya oleh perkembangan IPTEK.

Leave a Reply

Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

× Perlu Bantuan?