
20 MEI 2025. Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan pengukuhan guru besar untuk 23 orang Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia. Acara ini dilaksanakan selama 3 hari dari hari senin hingga kamis, 20-23 Mei 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang Kenaikan Jabatan Akademik dan Fungsional Dosen oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana, dan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Adang Suherman, M.A.
Dalam kegiatan ini, Kepala Museum Pendidikan Nasional Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. dikukuhkan sebagai guru besar pada hari senin, 20 Mei 2025. Pidato Pengukuhan Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. berjudul ”Reimagining Museums: Spektrum Sumber Belajar Sejarah Dalam Ruang Pendidikan Yang Berkelanjutan”. Dalam pidatonya, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menjelaskan bahwa permasalahan klasik dalam pembelajaran sejarah adalah belum optimalnya pendidik dalam mengembangkan kreativitas sumber belajar sejarah. Serta masih mengandalkan posisi pendidik sebagai sumber belajar sejarah yang utama, sehingga berdampak pada respon dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran yang kurang penting.
Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. memberikan alternatif solusi yaitu dengan menjadikan museum sebagai sumber belajar sejarah. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan adanya perubaham museum dari analog ke smart museum agar peserta didik menjadi lebih tertarik ketika belajar di Museum.
Dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. sebagai Guru Besar di Bidang Museologi diharapkan bisa membawa perubahan yang baik di bidang permuseuman serta terus memberikan kontribusi nyata bagi Universitas Pendiikan Indonesia dan Dunia Pendidikan di Indonesia.