
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai strategi, diantaranya melalui pengembangan koleksi digital. Kisah-kisah sejarah lokal memiliki potensi menjadi kekayaan sejarah yang penting untuk dikembangkan. Penggunaan teknologi digital semacam Artificial Intelligency (AI) dapat memaksimalkan daya tarik pengunjung.
Untuk memperkaya dan menguatkan konten tersebut, Tim dari Museum Pendidikan Nasional melakukan kegiatan heuristik atau pengumpulan sumber-sumber sejarah ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada 14-15 Juli 2025 dan 22-23 Juli 2025.
Kegiatan heuristik ini merupakan bagian dari program penelitian yang berjudul ”Pengembangan Koleksi Digital Museum Berbasis Edutourism melalui Artificial Intelligency Kisah Fenomenal P.A.A Djajadiningrat untuk Meningkatkan Engagement dan Historical Consciousness” yang didanai oleh BIMA DPPM Kemendiktisaintek. Penelitian ini juga merupakan kerjasama antara Museum Pendidikan Nasional, Educational Cultural Sustainability Network dan PT. RMI yang diketuai oleh Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. (Kepala Museum Diknas UPI). Beranggotakan Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd. (Kaprodi PTK FPTI UPI), Dr. Oka Agus Kurniawan Shavab, M.Pd. (Dosen Pendidikan Sejarah UNSIL), Maulana Noor Fajri Al Hajar (Dosen Agroindustri FPTI UPI), Billy Ardiansyah (PT. RMI) serta Staff Museum Diknas UPI.


Pengembangan koleksi digital museum secara langsung mendukung beberapa poin dalam SDGs diantaranya adalah SDG 4 berkaitan dengan pendidikan berkualitas (Quality Education) dan SDG 11 berkaitan dengan kota dan komunitas yang berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities).
Fokus utama kegiatan ini adalah untuk pelacakan, pengumpulan, dan pendokumentasian arsip, dokumen, literatur sejarah yang berkaitan dengan tokoh P.A.A. Djajadiningrat. Tim Museum Pendidikan Nasional melakukan penelusuran sumber sejarah di unit koleksi buku langka, arsip zaman kolonial Belanda, arsip kartograf, arsip foto langka yang terdapat di ANRI dan Perpusnas.
Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. selaku ketua tim penelitian, menjelaskna bahwa proses ini sangat penting dilakukan sebagai fondasi valid dalam membangun narasi sejarah yang kuat dan berbasis sumber primer.
Melalui kegiatan heuristik ini, Museum Pendidikan Nasional UPI menegaskan komitmen dalam menjadikan museum sebagai pusat pembelajaran sejarah yang dinamis, terbuka, dan berbasis riset yang kuat.