
Bandung, 8-9 September 2025 – Museum Pendidikan Nasional memperluas akses edukasi publik melalui layanan kunjungan virtual tour. Program ini memungkinkan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri untuk mengeksplorasi koleksi museum tanpa harus hadir secara langsung.
Kunjungan virtual tour ini dirancang interaktif dengan menghadirkan narasi sejarah, visualisasi 3D, serta edukator yang memberikan penjelasan layaknya kunjungan tatap muka. Melalui inovasi ini, Museum Pendidikan Nasional UPI berharap dapat memperkuat literasi sejarah dan pendidikan, sekaligus mendukung transformasi digital di bidang kebudayaan.
Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyampaikan bahwa kunjungan virtual ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan museum. “Kami ingin memastikan bahwa sejarah pendidikan Indonesia bisa dipelajari secara lebih mudah, fleksibel, dan menarik, terutama bagi generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi digital,” ujarnya.


Peserta virtual tour berasal dari SMAN 8 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Peserta didik diajak menelusuri ruang-ruang pamer yang menampilkan koleksi sejarah pendidikan, mulai dari pendidikan masa praaksara hingga pendidikan masa kini, artefak pembelajaran, dan tokoh-tokoh pendidikan nasional. Selain itu, museum juga membuka ruang diskusi daring agar pengunjung dapat bertanya langsung kepada pemandu.
Program ini sejalan dengan misi UPI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin peningkatan mutu pendidikan (SDG 4) dan pelestarian warisan budaya. Melalui pendekatan digital, Museum Pendidikan Nasional UPI berupaya menjadikan sejarah pendidikan sebagai bagian dari pengalaman belajar yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
Dengan adanya layanan kunjungan virtual tour ini, Museum Pendidikan Nasional UPI berharap dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dan menjadi pusat edukasi sejarah pendidikan yang relevan di era digital.