
Belanda, 6-9 Februari 2026 – Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. kembali menorahlah kiprah Internasional dengan menjadi pembicara dalam seminar internasional di Bronbeek dan Rotterdam University.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI memaparkan gagasan mengenai sejarah kolonial Indonesia, khususnya dalam perspektif pendidikan, memori kolektif, dan peran museum sebagai ruang dialog lintas bangsa. Paparan ini menekankan pentingnya membaca ulang sejarah kolonial secara kritis, inklusif, dan kolaboratif demi membangun pemahaman bersama antara Indonesia dan Belanda.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Oost Indisch Doof di Bronbeek, berlangsung hangat dengan para siswa, guru, akademisi, peneliti, dan pemerhati sejarah. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang narasi masa lalu dan relevansinya terhadap hubungan kedua negara di masa kini.
Sementara itu, di Rotterdam University, seminar internasional menghadirkan mahasiswa dan dosen dari disiplin ilmu sejarah. Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyoroti peran institusi pendidikan dan museum dalam memperkuat literasi sejarah, membangun kesadaran kritis generasi muda, serta mendorong kerja sama riset dan pertukaran pengetahuan lintas negara.


Partisipasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional serta memperkuat posisi Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam diskursus global. Kehadiran Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI di panggung internasional tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga memperkenalkan perspektif Indonesia dalam membaca sejarah kolonial secara lebih berimbang dan humanis.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapatkan banyak respon positif dari berbagai institusi di Belanda seperti University of Applied Sciences in Rotterdam, Periset Bronbeek, Onderwijs Museum, Rijks Museum yang menyatakan siap untuk bekerja sama dengan UPI.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol komitmen untuk terus membangun dialog, kolaborasi, dan kemitraan pendidikan Indonesia–Belanda yang lebih terbuka, setara, dan berkelanjutan di masa depan.