Lompat ke konten

MUSEUM PENDIDIKAN NASIONAL UPI SAMBUT KUNJUNGAN AKADEMIK DOSEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SE-INDONESIA

Bandung, 16 Juli 2026 – Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan akademik dari dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam se-Indonesia dalam rangka memperkaya wawasan mengenai sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia serta pemanfaatan museum sebagai sumber belajar. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian acara Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Program Stusi Pendidikan Agama Islam FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan museum dalam mendukung pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan berbasis warisan budaya.

Kegiatan diawali dengan penyambutan peserta oleh tim Museum Pendidikan Nasional UPI yang dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai profil museum, visi sebagai pusat pelestarian sejarah pendidikan, serta berbagai program edukasi yang dikembangkan untuk masyarakat dan sivitas akademika. Setelah itu, rombongan diajak untuk menonton film D.W. Berretty dan mengunjungi setiap galeri untuk menelusuri perjalanan sejarah pendidikan Indonesia dari masa praseaksara, Hindu-Buddha, Islam, kolonial, pergerakan nasional, kemerdekaan, hingga era reformasi.

Selama sesi tur museum, para dosen memperoleh penjelasan mengenai koleksi-koleksi yang merepresentasikan dinamika pendidikan di setiap periode sejarah. Beragam artefak, dokumen, foto, perangkat pembelajaran, dan media edukasi yang dipamerkan memberikan gambaran mengenai perkembangan sistem pendidikan nasional serta nilai-nilai yang membentuk identitas bangsa Indonesia.

Suasana kunjungan berlangsung interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan tanya jawab mengenai sejarah koleks. Berbagai gagasan turut disampaikan mengenai integrasi pembelajaran berbasis museum dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam, khususnya untuk memperkuat pendidikan karakter, nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, nasionalisme, serta pelestarian warisan budaya.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyampaikan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang terbuka bagi seluruh kalangan.

Salah seorang perwakilan dosen Pendidikan Agama Islam mengapresiasi pengalaman belajar yang diperoleh selama kunjungan. Menurutnya, Museum Pendidikan Nasional UPI menghadirkan perspektif baru mengenai perjalanan pendidikan Indonesia sekaligus membuka peluang pemanfaatan museum sebagai media pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Museum Pendidikan Nasional UPI kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan untuk meningkatkan literasi sejarah, memperkuat karakter kebangsaan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan pendidikan Indonesia. Diharapkan kunjungan akademik ini menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan pendidikan yang berkualitas dan berakar pada nilai-nilai sejarah bangsa.