Awal Agustus 1945 menjadi masa yang penuh ketidakpastian. Setelah Kota Hiroshima
dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945, posisi Jepang dalam Perang
Pasifik semakin terdesak. Kekalahan yang semakin dekat membuat pemerintah Jepang
berupaya mempertahankan pengaruhnya di wilayah pendudukan, termasuk Indonesia. Di
tengah situasi tersebut, pada 7 Agustus 1945 pemerintah Jepang membubarkan Badan
Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan menggantinya
dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Dari BPUPKI ke PPKI
Sebelum PPKI dibentuk, proses persiapan kemerdekaan telah lebih dahulu dijalankan melalui
BPUPKI. Badan yang dibentuk pada 1 Maret 1945 ini dipimpin oleh Dr. Radjiman
Wedyodiningrat dan beranggotakan 63 tokoh Indonesia. Selama masa kerjanya, BPUPKI
menyelenggarakan dua kali sidang yang membahas berbagai persoalan mendasar bagi negara
yang akan dibentuk, mulai dari rumusan dasar negara, bentuk pemerintahan, hingga
rancangan Undang-Undang Dasar 1945.
Setelah tugas tersebut selesai, pemerintah Jepang membubarkan BPUPKI pada 7 Agustus 1945. Sebagai penggantinya, dibentuklah PPKI untuk melanjutkan proses persiapan kemerdekaan. Jika BPUPKI berperan menyusun berbagai gagasan dan landasan negara, maka PPKI dibentuk untuk membawa hasil-hasil tersebut ke tahap persiapan yang lebih konkret. Pergantian ini menunjukkan bahwa proses menuju kemerdekaan tidak berhenti pada perumusan konsep, tetapi mulai diarahkan pada langkah-langkah yang diperlukan menjelang lahirnya negara Indonesia.
Apa yang terjadi pada 7 Agustus 1945?

Sumber: ANRI, IPPHOS 34
Pada 7 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) resmi dibentuk
dengan Ir. Soekarno sebagai ketua dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil ketua. Pada awal
pembentukannya, PPKI beranggotakan 21 tokoh yang mewakili berbagai wilayah di
Indonesia, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga
perwakilan masyarakat Tionghoa. Keterlibatan tokoh dari berbagai daerah menunjukkan
adanya upaya untuk menghadirkan perwakilan yang lebih luas dalam proses persiapan
kemerdekaan.
Berbeda dengan BPUPKI yang lebih banyak membahas gagasan dan merumuskan
dasar-dasar negara, PPKI memiliki tugas untuk melanjutkan hasil-hasil tersebut ke tahap
persiapan pelaksanaan. Badan ini dipersiapkan untuk menyusun langkah-langkah yang
diperlukan menjelang terbentuknya negara Indonesia. Dengan demikian, pembentukan PPKI
menjadi penanda bahwa proses persiapan kemerdekaan telah memasuki tahap yang lebih
nyata.
Meski dibentuk pada masa pendudukan Jepang, PPKI tidak hanya dipandang sebagai bagian
dari kebijakan pemerintah Jepang. Para pemimpin Indonesia melihat badan ini sebagai
kesempatan untuk melanjutkan perjuangan menuju kemerdekaan. Mereka memanfaatkan
keberadaan PPKI sebagai wadah untuk mempersiapkan berbagai langkah penting bagi
Indonesia.
Mengapa pembentukan PPKI penting?
Pembentukan PPKI menjadi salah satu tahapan penting dalam proses menuju kemerdekaan
Indonesia. Keberadaan badan ini memastikan bahwa hasil-hasil yang telah dirumuskan oleh
BPUPKI tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat dilanjutkan ke tahap persiapan
pelaksanaan. Dengan adanya PPKI, bangsa Indonesia memiliki wadah yang dapat
dimanfaatkan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang berdirinya negara yang
merdeka.
Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil dari satu
kejadian, melainkan melalui proses yang berlangsung secara bertahap. Di balik pembacaan
Proklamasi pada 17 Agustus 1945 terdapat rangkaian peristiwa yang saling berkaitan, mulai
dari perumusan dasar negara oleh BPUPKI, pembentukan PPKI, hingga berbagai
perkembangan politik yang terjadi pada pertengahan Agustus 1945. Karena itu, pembentukan
PPKI menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju
kemerdekaan.
Penulis :
Rameyza Elya Qanita
Referensi :
Rohayuningsih, H. (2009). Peranan BPUPKI dan PPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan
Indonesia. Forum Ilmu Sosial, 36(2), 184-194. https://doi.org/10.15294/fis.v36i2.1507
Setialaksana, N. (2017). Peranan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI) 1945 dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia. Jurnal Artefak,
4(2), 109-118. https://doi.org/10.25157/ja.v4i2.904
Wahyuni, A. P., Ningsih, P. A., & Alvianty, T. (2025). Sejarah lahirnya Pancasila dan proses
perumusannya melalui sidang BPUPKI dan PPKI. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6),
92-100.