Lompat ke konten

KEPALA MUSEUM PENDIDIKAN NASIONAL UPI BENCHMARKING KE MUSEUM BATIK YOGYAKARTA

JUM`AT, 4 JULI 2025. Dalam rangka mengidentifikasi dan mempelajari batik lebih dalam, Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. melakukan benchmarking ke Museum Batik Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari sistem edukasi budaya batik dimulai dari proses membuat pola hingga pencucian dan penjemuran kain. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan corner khusus batik, kerjasama antara Museum Pendidikan Nasional dengan Patali Batik Educational Cultural Sustainability Network (ECSN). Selain itu, Corner Batik ini merupakan bentuk hilirisasi riset Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd. yang sudah menghasilkan 40 motif Batik UPI.

Kunjungan disambut baik oleh Staff Museum Batik Yogyakarta. Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. diajak untuk membuat batik. 

Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. juga menyampaikan bahwa benchmarking kali ini merupakan sesuatu yang baru karena berkesempatan untuk merasakan pengalaman langsung membatik. Dimulai dari menggambar pola, mencanting malam, mewarnai hingga pencucian dan pengeringan kain batik.

Museum Batik Yogyakarta sendiri dikenal sebagai salah satu pusat batik nasional yang memiliki visi dan misi untuk melestarikan teknik dan pengetahuan tentang bartik, serta mendokumentasikan motif-motif batik yang ada. Selain itu, Museum Batik Yogyakarta dibuka untuk umum sebagai pengabdian masyarakat dan sebagai tempat informasi dan konsultasi mengenai batik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal untuk Museum Diknas UPI dalam mengembangkan korner khusus batik agar dapat ikut andil dalam proses melestarikan Batik karena Batik adalah proses unik warisan budaya nusantara untuk Bangsa Indonesia.