
Bandung, 29 Juli 2026 – Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan kehormatan dari Oost Indische Doof dalam rangka mempererat hubungan budaya, sejarah, dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi budaya melalui pelestarian warisan sejarah sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan yang inklusif.
Delegasi Oost Indische Doof yang hadir dalam kunjungan ini terdiri atas Christiaan Hendrik (pendiri Glitch Program) dan Petronella Leonora. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. dan tim. Tamu diajak menontong film D.W. Berretty seri ketiga yang berjudul “Berretty`s Last Women” , menelusuri perjalanan panjang sejarah pendidikan di Indonesia melalui berbagai koleksi, arsip, foto, serta artefak yang merekam perkembangan sistem pendidikan dari masa ke masa. Selama kunjungan, para tamu memperoleh penjelasan mengenai transformasi pendidikan nasional, peran tokoh-tokoh pendidikan, hingga kontribusi UPI dalam menjaga dan mengembangkan warisan pendidikan Indonesia.

Salah satu fokus kunjungan adalah diskusi mengenai sejarah Pendidikan dan pelestarian warisan budaya, Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai upaya pelestarian sejarah. Kehadiran Oost Indische Doof di Museum Pendidikan Nasional UPI mencerminkan semakin kuatnya perhatian terhadap pentingnya kerja sama lintas negara dalam menjaga memori sejarah dan membangun pemahaman bersama mengenai perkembangan pendidikan.

Museum Pendidikan Nasional UPI terus berkomitmen menjadi ruang dialog budaya dan pusat pembelajaran yang menghubungkan masyarakat, akademisi, dan komunitas internasional. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan pelestarian sejarah.
Melalui kunjungan kehormatan ini, Museum Pendidikan Nasional UPI kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga warisan sejarah pendidikan Indonesia, tetapi juga aktif membangun jejaring internasional. Semangat kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi dalam pemanfaatan museum sebagai media edukasi, penguatan diplomasi budaya, serta pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan berwawasan global.