Lompat ke konten

MENGUNGKAP JEJAK PEWARIS BERRETTY: FGD PENELITIAN QS RANKING DORONG PENGUATAN KOLEKSI DIGITAL MUSEUM DIKNAS UPI BERSAMA WAKIL REKTOR BIDANG PERENCANAAN DAN KEUANGAN SERTA WAKIL REKTOR BIDANG KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI

Bandung – Museum Pendidikan Nasional (Museum Diknas) UPI terus memperkuat peran sebagai ruang pelestarian dan pengembangan pengetahuan sejarah melalui pemanfaatan koleksi digital. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian QS Ranking yang diketuai oleh Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd.  mengangkat kajian mengenai serial Villa Isola serta jejak pewaris keluarga D.W. Berretty yang tersimpan dalam koleksi Museum Diknas UPI.

Kegiatan FGD ini menjadi bagian dari upaya memperdalam kajian sejarah Villa Isola sebagai salah satu bangunan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Kota Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya pada masa kolonial. Melalui penelitian dan pengembangan koleksi digital, berbagai informasi mengenai Villa Isola dan keluarga Berretty diharapkan dapat disajikan secara lebih sistematis, menarik, serta mudah diakses oleh masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada sosok D.W. Berretty sebagai pemilik awal Villa Isola, tetapi juga menelusuri jejak para pewaris dan keterkaitan sejarahnya dengan berbagai sumber serta koleksi yang dimiliki Museum Diknas UPI. Penelusuran tersebut menjadi penting untuk membangun narasi sejarah yang lebih utuh sekaligus memperkaya interpretasi terhadap Villa Isola sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya.

Pengembangan serial Villa Isola juga diarahkan untuk mengoptimalkan koleksi digital museum sebagai sumber pembelajaran dan informasi publik. Dokumentasi berupa foto, arsip, buku, dokumen, maupun sumber sejarah lainnya dapat dikembangkan menjadi narasi digital yang mampu menghadirkan sejarah secara lebih kontekstual dan dekat dengan generasi masa kini.

FGD ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. , Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., Mitra dan Staf Museum. Para peserta turut memberikan masukan terhadap penguatan substansi penelitian, validasi informasi sejarah, serta strategi penyajian koleksi digital. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan konten sejarah yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu mendukung inovasi museum dalam menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi pengunjung.

Penguatan koleksi digital menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi. Museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pemajangan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat pengetahuan yang dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai platform digital.

Melalui penelitian QS Ranking ini, Museum Diknas UPI diharapkan dapat terus mengembangkan ekosistem digital yang mendukung pelestarian sejarah Villa Isola sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber sejarah. Jejak keluarga Berretty yang tersimpan dalam koleksi museum menjadi salah satu bagian penting dalam membangun narasi sejarah yang lebih kaya, kritis, dan berkelanjutan.

Kegiatan FGD tersebut sekaligus menegaskan komitmen Museum Diknas UPI dalam mengintegrasikan penelitian, pelestarian koleksi, dan inovasi digital. Dengan demikian, sejarah Villa Isola tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi dapat terus dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui pemanfaatan teknologi digital.