Lompat ke konten

REVOLUSI PRANCIS: GERAKAN RAKYAT YANG MENGUBAH DUNIA

Istilah revolusi pertama kali berkembang pada akhir abad ke-18. Menurut Sigmund Neumann, Revolusi bisa diartikan sebagai suatu perubahan medasar dari suatu tatanan sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan yang telah mapan menuju kebaikan bagi perkembangan masa mendatang. Salah satu revolusi besar yang terjadi di dunia adalah revolusi Prancis.

Revolusi Prancis terjadi pada tahun 1789, memperlihatkan bagaimana kekuatan rakyat melawan ketikadilan, mampu menggulingkan sistem feodal dan kekuasaan absolut raja yang telah menindas selama berabad-abad. Dalam pemerintahannya, rezim lama membagi struktur masyarakat menjadi tiga golongan, yaitu golongan gereja, bangsawan, dan rakyat. Golongan rakyat dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Borjuis dan Proletar. Golongan rakyat ini merupakan golongan terbesar mencapai 98% dari total seluruh rakyat Prancis, tetapi diperlakukan secara tidak adil.

Prancis saat itu dipimpin oleh monarki absolut oleh Raja Louis XVI bersama Ratu Marie Antoinete yang hidup dalam kemewahan di Istana Versailles. Selain itu, Golongan Gereja dan Golongan Bangsawan yang menikmati hak-hak istimewa seperti bebas pajak dan hak tanah yang luas. Dibalik kehidupan Golongan Gereja dan Golongan Bangsawan yang mewah, terdapat Golongan Rakyat yang menanggung beban pajak yang tinggi, kelaparan, dan kemiskinan. Kondisi tersebut bertambah parah oleh kegagalan panen yang menyebabkan harga bahan makanan pokok bagi sebagian besar rakyat.

Penyebab lainnya adalah krisis ekonomi parah yang terjadi di Prancis berada diambang kehancuran. Hutang negara yang membengkak akibat perang tujuh tahun dan dukungan terhadap revolusi Amerika juga turut menjadi penyebab.

Yang menjadi ironi adalah ketika rakyat kelaparan, pihak kerajaan tidak mempedulikan itu dan  Ratu Marie Antoinette merespon dengan ucapan ”Qu`ils mangent de la brioche” yang artinya ”Biarkan mereka makan kue”.

Ketidakadilan dan sikap memena-mena Golongan Gereja dan Golongan Bangsawan tersebut menyebabkan terjadinya protes dan perlawanan dari Golongan Rakyat. Bentuk protes Golongan Rakyat melalui dua cara yaitu pertama, mengkonsolidasi kekuatan massa. Dan kedua adalah melakukan aksi massa dengan menyerbu ke pusat-pusat kekuatan yang menjadi simbol kekuasaan rezim lama. Selain itu, banyak tokoh yang terlibat seperti Mirabeau, Montesquieu, Rousseau, dan Voltaire. Mereka menanamkan benih-benih ide tentang kebebasan, persamaan, dan hak-hak individu. Gagasan-gagasan tersebut menyebar luas dan membangkitkan semangat rakyat bahwa mereka layak mendapatkan perlakuan yang adil.

Puncak dari kemarahan rakyat adalah menghancurkan bangunan dan lambang-lambang absolutisme dan penyerbuan penjara Bastille (penjara tahanan para penentang raja) pada 14 Juli 1789. Penjara Bastille berhasil dihancurkan berkat kekuatan rakyat. Persatuan yang kuat antara kaum petani dan borjuis membuktikan tercapainya keberhasilan rakyat dalam Revolusi Prancis.

Revolusi Prancis merupakan revolusi yang dilancarkan oleh kekuatan massa rakyat (people power). Revolusi Prancis juga membuktikan bahwa rakyat sebagai mayoritas dan pemegang kedaulatan tidak bisa diperlakukan dengan sewenang-wenang. Selain itu, adanya pergeseran kekuasaan dari monarki absolut ke monarki konstitusional membuat rakyat diakui sebagai warga negara yang mempunyai persamaan hak dan kewajiban.

Pelajaran yang dapat diambil dari Revolusi Prancis sangat relevan dengan keadaan negara kita saat ini. Sebuah pemerintahan yang menutup telinga atas kesengsaraan rakyat dan memprioritaskan kepentingan golongan, sewaktu-waktu bisa meledak. Dan hal itu akan memicu ketidakstabilan kondisi suatu negara.