
Bandung, 4-5 Agustus 2025 – Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia dan Pusat Unggulan Educaional Cultural Sustainability Network (ECSN) menyambut kunjungan spesial dari pendiri Yayasan Seni Art in Motion asal Belanda, Rob Hammink. Rob Hammink merupakan seorang pilot, reporter, dan penulis yang mempunyai pengalaman selama 30 tahun, beliau memiliki rasa ingin tahu dan minat yang tinggi tentang seni, budaya dan sejarah. Ketertarikannya itu membawa Hammink mendirikan Art in Motion.
Dalam kunjungan ini, tamu kehormatan disambut langsung oleh Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. beserta Staff Museum.
”Kami menyambut baik kedatanganva Mr. Hammink ke Museum Pendidikan Nasional UPI. Mr. Hammink mempunyai minat yang besar dalam seni dan sejarah, sehingga kami sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi dalam bentuk program seni edukatif di masa depan.” ujarnya.
Kunjungan ini diawali dengan menonton film D.W. Berretty ”Bisnis, Asmara, dan Isola” dan ”Sinyo Tampan Yang Jadi Jutawan”. Hammink tampak antusias dan mengapresiasi penyajian film yang menggabungkan unsur sejarah.
”Wonderful,film ini sangat bagus. Film ini bisa dijadikan sebagai film layar lebar, bahkan berpotensi menjadi film hollywood.” ujar Hammink.
kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata yang berisi buku hasil karya Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. dan Audiobook ”Kisah Bupati Jawa Barat” hasil riset penelitian Prof. Leli Yulifar, M.Pd. serta tim. Setelah itu kunjungan diakhiri dengan tur keliling museum dan melihat artefak D.W. Berretty hasil hibah dari cucunya yang bernama Isabel Cid.
Selain itu, Hammink juga menyampaikan bahwa Museum Pendidikan Nasional memiliki koleksi yang hebat terutama untuk koleksi D.W. Berretty. Ia juga berharap bahwa koleksi Berretty harus lebih banyak di masa depan dan itu akan membuat museum ini menjadi lebih bagus dan menarik.
Kunjungan ini tidak hanya memperkuat relasi antar lembaga, tetapi juga menegaskan posisi Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai ruang pertemuan gagasan, budaya, dan refleksi sejarah yang terbuka bagi siapa saja.