Lompat ke konten

Penanggulangan dan Mitigasi Bencana Alam

Kesiapsiagaan, Prosedur Tanggap Darurat, dan Dokumentasi SOP Resmi UPT Museum Pendidikan Nasional UPI

Sebagai lembaga pelayanan publik dan pelindung warisan budaya, UPT Museum Pendidikan Nasional UPI berkomitmen menjamin keselamatan pengunjung, pegawai, serta kelestarian koleksi museum dari risiko bencana alam. Halaman ini memuat panduan teknis mitigasi bencana serta berkas Standar Operasional Prosedur (SOP) resmi yang telah disahkan oleh pimpinan unit kerja

Infografis Alur Mitigasi Bencana Alam

Mitigasi Benca Gempa Bumi

Fase Pra-Bencana

Penyusunan Kebijakan & SOP Mitigasi Bencana

Fase ini berfokus pada pengurangan risiko bencana (risk reduction) melalui penguatan tata kelola, fisik bangunan, penataan koleksi, serta kesiapan SDM

Menyusun dan menetapkan dokumen resmi SOP Pengamanan Museum dan Penanggulangan Bencana yang ditandatangani oleh Kepala Museum

Membentuk Tim Tanggap Darurat & Penyelamatan Koleksi yang terbagi ke dalam tim evakuasi pengunjung, tim pengamanan gedung, dan tim kuratorial/konservator penyelamat koleksi vital

Mitigasi Fisik & Penataan Koleksi (Non-Structural Mitigations)

Pemasangan Vitrin & Mounts Anti-Guncang

Menggunakan lemari pameran (vitrin) berstruktur kokoh dengan kaca tempered/laminated, serta memasang dudukan/penyangga bebas asam (acid-free mounts) agar koleksi tidak mudah bergeser atau jatuh saat guncangan

Pengamanan Koleksi Unik/Langka

Koleksi yang sangat rentan atau langka disimpan pada vitrin khusus atau dibuatkan replika untuk pameran, sementara koleksi aslinya disimpan dalam ruang penyimpanan (storage) berkeamanan


Penataan Storage

Menata rak dan lemari penyimpanan koleksi dengan pengunci magnetik/kait serta memastikan benda-benda berat diletakkan di rak bagian bawah



Fasilitas & Sarana Keselamatan

Pemetaan jalur evakuasi, petunjuk arah titik kumpul (assembly point) yang jelas dan mudah terlihat di setiap lantai/galeri pameran

Memasang dan memelihara peralatan keselamatan darurat, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), smoke/heat detector, lampu darurat, serta sistem alarm kebakaran secara berkala

Simulasi Kebakaran

Simulasi masih pada tahap penanganan kebakan awal. Namun program simulasi dan gladi evakuasi gempa bumi secara berkala minimal 2 kali dalam setahun untuk seluruh staf museum, pemandu (guide), dan petugas keamanan

Fase Saat Terjadi Gempa Bumi (Tanggap Darurat)

Fase ini mengutamakan keselamatan jiwa manusia serta tindakan perlindungan mandiri secara cepat dan teratur

Prinsip Utama Perlindungan Diri (Drop, Cover, Hold On)

Berlutut, Berlindung, dan Bertahan

Pengunjung dan staf diinstruksikan untuk segera berlutut, berlindung di bawah meja yang kuat, serta melindungi kepala dan leher menggunakan tas, bantal, atau kedua tangan

Menjauhi Area Berbahaya

Menjauhi kaca vitrin pameran, dinding kaca, rak pameran yang tinggi, serta lampu gantung



Pengguna Kursi Roda

Mengunci roda kursi dan tetap melindungi bagian kepala




Prosedur Evakuasi Pengunjung

Petugas keamanan dan pemandu mematikan aliran listrik/gas utama jika memungkinkan untuk mencegah kebakaran pasca-gempa

Setelah guncangan utama berhenti, petugas mengarahkan pengunjung menuju titik kumpul terbuka melalui jalur evakuasi tangga darurat

Dilarang Menggunakan Lift: Pengunjung dan staf dilarang keras menggunakan lift saat proses evakuasi di gedung bertingkat

Pengamanan Area Terbuka

Berkumpul di titik kumpul yang jauh dari bangunan tinggi, tiang listrik, atau pohon besar

Melakukan pendataan (headcount) staf dan pengunjung serta memberikan pertolongan pertama (P3K) bagi yang mengalami luka

Simulasi Kebakaran

Simulasi masih pada tahap penanganan kebakaran awal. Namun program simulasi dan gladi evakuasi gempa bumi secara berkala minimal 2 kali dalam setahun untuk seluruh staf museum, pemandu (guide), dan petugas keamanan

Fase Pasca-Bencana (Pemulihan & Penyelamatan Koleksi)

Fase ini mencakup penanganan kondisi darurat bangunan dan tindakan pemulihan (recovery) terhadap benda cagar budaya

Pemeriksaan Kelayakan Struktur Gedung

Tim pengamanan dan teknisi melakukan inspeksi awal terhadap kondisi fisik bangunan museum sebelum siapapun diperbolehkan masuk kembali

Mengidentifikasi potensi retakan dinding, kebocoran utilitas, atau risiko gempa susulan

Triase & Condition Report Kerusakan Koleksi

Tim Konservator dan Kurator masuk ke area pameran dan storage untuk melakukan penilaian tingkat kerusakan fisik (condition report) pada koleksi

Melakukan pemotretan (foto dokumentasi) kondisi koleksi sebelum dilakukan pemindahan atau penanganan fisik

Stabilisasi Lingkungan & Pemulihan Digital

Menjaga dan menstabilkan suhu serta kelembapan relatif (RH) di lokasi penyimpanan darurat guna mencegah pelapukan sekunder akibat paparan lingkungan

Melakukan penyelamatan dan pemulihan pangkalan data (database) registrasi koleksi serta arsip vital museum dari pelacak sistem backup

Pelaporan Resmi & Evaluasi Bencana

Menyusun Laporan Kronologis Bencana dan Rekam Penyelamatan Koleksi untuk disampaikan kepada Kepala Museum, Dinas Kebudayaan, dan instansi terkait