April 28, 2017 Oleh Maisa Fitriani

Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti kegiatan “Pameran Bersama Museum Se-Indonesia” di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Ditulis oleh : Ika Sulistiani, S.Ant


Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia menjadi bagian dari peranserta kegiatan "Pameran Bersama Museum Se-Indonesia ke-5” yang diselenggarakan untuk memperingati hari ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah ke-42 tahun. Kegiatan pameran tersebut bertema “Aksara dan Bahasa” yang dilaksanakan pada tanggal 20 s.d 23 April 2017 di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Museum Pendidikan Nasional UPI juga mewakili museum-museum di Kota Bandung, dan tentu saja menjadi suatu kebanggaan bagi kami untuk menjadi bagian dari peserta kegiatan pameran yang diikuti oleh museum-museum diseluruh Indonesia.

Stand booth pameran milik Museum Pendidikan Nasional UPI menyajikan judul yaitu "Aksara Caraka Widya Nusantara". Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik pengunjung adalah koleksi Lontar. “Lontar Legokmerupakan salah satu media tulis berbasis Pendidikan Agama Hindu yang bertujuan untuk mengenalkan wujud kearifan budaya lokal. Temuan tersebut berisi tentang data demografi, catatan penduduk dan aktivitas keseharian di daerah pertanian Wewengkon Suramerta yang ditemukan di situs Geusan Ulun, Legok, Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Koleksi Lontar Legok tersebut termasuk petunjuk bahwa dipinggiran sungai Cimanuk pada masa itu sudah ada anggota masyarakat terdidik yang melek aksara. Terdapat pula pengupak/pengutik yaitu berupa pisau yang digunakan untuk menulis diatas Lontar.



Lontar Legok, Indramayu

Sumber : Dokumentasi Pribadi, April 2017


Sabak dan Grip

Sumber : Dokumentasi pribadi, April 2017.


Media belajar yang menjadi daya tarik pengunjung berikutnya adalah Sabak dan Grip sebagai alat tulis yang pernah digunakan oleh Sekolah Rakyat pada abad 19, sebelum adanya kertas. Sabak dan Grip terbuat dari sebuah batu sebagai buku dan pensilnya. Pengunjung tidak hanya dapat melihat koleksi alat tulis berupa Sabak dan Grip, tetapi juga setiap pengunjung dapat mencoba media alat tulis tersebut didalam booth pameran.



Diorama Suasana Sekolah Rakyat pada Tahun 1950

Sumber : Dokumentasi Pribadi, April 2017


Didalam stand booth Museum Pendidikan Nasional UPI terdapat diorama kegiatan belajar mengajar “Suasana Sekolah Rakyat pada Tahun 1950”, yaitu papan tulis, patung guru, patung murid, bangku, meja belajar serta lengkap dengan alat tulis yang digunakan siswa dan siswi berupa Sabak dan Grip. Pengunjung seolah-olah dapat menjadi saksi bagaimana kegiatan suasana belajar mengajar yang terjadi pada masa lalu.

Sebagai pemanis stand booth Museum Pendidikan Nasional UPI, terdapat dekorasi yaitu alat musik Angklung khas daerah Jawa Barat. Angklung tersebut digantung didepan stand agar terlihat eye catching oleh pengunjung. Hampir setiap pengunjung terlihat sangat excited setelah mengunjungi stand Museum Pendidikan Nasional UPI, tidak hanya itu beberapa dari pengunjung mencoba memainkan alat musik Angklung tersebut. Pengunjung yang datang tidak hanya dari kalangan umum hingga pelajar, namun ada juga dari kalangan Arkeolog Universitas Indonesia (UI), tourist asing, anggota Asosiasi Museum Indonesia (AMI), perwakilan dari Pariwisata Daerah Tingkat Nasional, Dosen-dosen ahli Bahasa dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI Bapak Teddy, ahli alih Bahasa dari Perpustkaan Nasional Jakarta, hingga Pejabat Pemerintahan yaitu Bapak Wiranto.

Ini merupakan sebuah pengalaman kedua kalinya bagi segenap tim Museum Pendidikan Nasional UPI, setelah sebelumnya pernah mengikuti kegiatan pameran di Kota Subang, Jawa Barat pada tahun 2016 lalu. Museum Pendidikan Nasional UPI mendapat apresiasi besar dari Alm. Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D. Semoga dapat memberikan semangat dalam berkiprah khususnya bagi dunia pendidikan di Indonesia, agar terus memberikan nilai-nilai moril suatu budaya bangsa.


Load image...