
Bandung, UPI – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. setelah hasil risetnya memperoleh validasi dari Leiden University. Pengakuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi penelitian Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam bidang sejarah kolonial.
Validasi tersebut diberikan melalui diskusi ilmiah yang melibatkan peneliti serta pakar sejarah dari Leiden University, Coen van `t Veer. Dalam diskusi ilmiah tersebut, hasil riset yang dipresentasikan adalah sebuah inovasi film documenter yang dikolaborasikan dengan teknologi AI menceritakan tentang tokoh sejarah dari istri Dominique Willem Berretty yaitu Coquita dan Bupati Zaman Kolonial P.A.A. Djajadiningrat.
“Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas tokoh sejarah pers zaman Hindia Belanda. Hasil penelitian berupa film documenter yang disajikan dengan teknologi AI sangat bagus dan inovatif ” ungkap Coen van `t Veer akademisi Leiden University dalam sesi diskusi.
Leiden University juga menilai bahwa riset tersebut membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bentuk kolaborasi penelitian, publikasi bersama, hingga pengembangan program pertukaran akademik antara kedua institusi.
Pengakuan dari Leiden University bukan hanya menjadi apresiasi personal, tetapi juga membawa nama baik institusi dan mempertegas peran Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai pusat kajian dan edukasi sejarah yang aktif dalam percakapan akademik internasional.
Momentum ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam memperkuat jejaring internasional serta menghadirkan narasi sejarah yang lebih berimbang, ilmiah, dan berorientasi pada dialog masa depan.