Lompat ke konten

SOFT LAUNCHING FILM COQUITA: THE LAST LOVE, HADIRKAN KISAH CINTA YANG MENYENTUH

Bandung, 4 Juni 2026 – Film Coquita: The Last Love resmi diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan soft launching. Acara ini menjadi momentum awal untuk memperkenalkan film yang mengangkat kisah cinta, pengorbanan, dan ketulusan yang dikemas dalam alur cerita yang menyentuh hati. Film ini merupakan series ketiga dari Film yang menceritakan sejarah perjalanan D.W. Berretty. Film pertama berjudul “Bisnis, Asmara, dan Isola”, Film kedua berjudul “Sinyo Tampan: Wartawan Yang Jadi Jutawan”.

Kegiatan soft launching ini , dihadiri oleh Rektor UPI 2020-2025, Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. , Ketua dan Sekretaris Satuan Pengendali Internal UPI Dr. Budi S. Purnomo, S.E., M.M., M.Si. dan Dr. R. Nelly Nur Apandi, S.E., M.S.i., Ak. , Dosen-Dosen Pendidikan Sejarah, serta Staf Museum Diknas UPI.

Dalam suasana yang hangat dan penuh apresiasi, para tamu berkesempatan mengenal lebih dekat latar belakang produksi, proses kreatif, serta pesan yang ingin disampaikan melalui film Coquita: The Last Love. Melalui karakter dan alur cerita yang kuat, Coquita: The Last Love mengajak penonton untuk merefleksikan arti cinta yang tulus, kesetiaan, serta pentingnya menghargai setiap momen bersama orang-orang terkasih.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyampaikan bahwa film ini tidak hanya hadir sebagai karya hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan refleksi yang mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman emosional sekaligus pesan positif bagi para penontonnya.

Salah satu daya tarik yang turut memperkuat nuansa emosional dalam film Coquita: The Last Love adalah hadirnya lagu soundtrack berjudul Cinta Sejati. Lagu tersebut diciptakan dan dibawakan langsung oleh Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. (Rektor UPI 2020-2025),  yang akrab disapa Kang Duding. Keterlibatan Kang Duding menjadi bentuk kontribusi istimewa yang memperkaya nilai artistik film melalui sentuhan musik yang selaras dengan tema cinta, kesetiaan, dan ketulusan yang diangkat dalam cerita.

Melalui lirik yang mendalam dan melodi yang menyentuh, Cinta Sejati diharapkan mampu memperkuat pengalaman emosional penonton saat menyaksikan perjalanan kisah dalam film. Kehadiran soundtrack ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring cerita, tetapi juga menjadi media yang menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan dan nilai-nilai cinta yang menjadi ruh utama film Coquita: The Last Love.

Kontribusi Kang Duding dalam penciptaan dan pembawaan lagu tersebut menunjukkan kolaborasi yang harmonis antara dunia pendidikan, seni, dan perfilman. Keterlibatan beliau menjadi salah satu elemen penting yang menambah kekuatan pesan dan karakter film ini.

Melalui kegiatan soft launching ini, Coquita: The Last Love memulai langkah perjalanannya menuju penayangan yang lebih luas. Diharapkan film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi salah satu karya yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan perfilman Indonesia sekaligus menghadirkan pengalaman sinematik yang berkesan bagi para penontonnya.