
Bandung, 20 Agustus 2026 – Museum Pendidikan Nasional UPI bersama Program Studi Pendidikan Sejarah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Museum Goes to School” di SMP Prima Cendekia Islam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi museum sekaligus memperkenalkan sejarah dan koleksi museum kepada generasi muda secara lebih dekat dan menarik.
Kegiatan Museum Goes to School dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang menghubungkan siswa dengan berbagai sumber sejarah. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah melalui pembelajaran konvensional, tetapi juga diajak mengenal museum sebagai ruang edukasi, pelestarian, dan sumber informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Tim Museum Pendidikan Nasional UPI dan Prodi Pendidikan Sejarah UPI dihadiri oleh Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. (Narasumber), Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum. (Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat), Nurdiani Fathiraini, M.A (Narasumber) , Muhammad Abror Amanullah, M.Pd. (Narasumber) serta perwakilan dari PT. RMI.
Dalam kegiatan tersebut, siswa SMP Prima Cendekia Islam mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan tim pengabdian. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat mengenal nilai sejarah yang terkandung dalam koleksi sekaligus memahami pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda bersejarah sebagai bagian dari warisan budaya.
Koleksi yang dipamerkan oleh tim adalah koleksi media pembelajaran sejarah berupa replika-replika seperti replika manusia purba, kemudian koleksi digital museum yaitu film tentang kisah Bupati Jawa Barat zaman kolonial P.A.A Djajadiningrat dan trailer film D.W. Berretty hasil riset Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. dan tim serta trigger marker book mengenai P.A.A. Djajadiningrat.


Kegiatan ini mendorong siswa untuk melihat sejarah dari perspektif yang lebih kontekstual. Benda-benda koleksi tidak hanya dipandang sebagai objek masa lalu, tetapi sebagai sumber informasi yang dapat membantu generasi muda memahami identitas, perjalanan pendidikan, serta berbagai nilai yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
“Kami ingin memperkenalkan museum kepada siswa sejak dini agar mereka tidak hanya mengenal sejarah melalui buku, tetapi juga memahami sejarah melalui koleksi dan sumber-sumber sejarah yang ada di museum. Melalui Museum Goes to School, kami berharap museum dapat hadir lebih dekat dengan sekolah dan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan,” ungkap Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd.
Kolaborasi antara Museum Pendidikan Nasional UPI dan Prodi Pendidikan Sejarah UPI dalam program ini menunjukkan pentingnya sinergi antara museum, perguruan tinggi, dan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran sejarah yang kreatif dan bermakna. Museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga dapat berperan aktif sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat.
Melalui program Museum Goes to School, Museum Pendidikan Nasional UPI berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal museum, memahami nilai penting koleksi sejarah, serta memiliki kesadaran untuk turut menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan pendidikan Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk mendekatkan museum dengan lingkungan sekolah dan menjadikan pembelajaran sejarah lebih kontekstual, interaktif, dan menyenangkan.